WARNA SEBAGAI MAKNA SIMBOLIK BATIK


WARNA SEBAGAI MAKNA SIMBOLIK

Makna simbolik pada batik selain dilambanngkan dengan motif hiasnya seringkali pula muncul dalam tata warna tradisi seperti :

1. Tata Warna Gula klopa (Perpaduan antara merah dan putih)

Pinggir warna merah dan tengahnya warna putih, adalah lambing kesuburan dan kemakmuran.

2. Tata Warna Klabang Ngantup (Perpaduan warna merah dan hijau tua)

Bagian pinggir / luar berwarna merah dan bagian dalamnya hijau tua, adalah lambing kekuatan yang melindungi. Kain dengan warna seperti ini biasanya digunakan untuk membungkus benda-benda pusaka yang diyakini memiliki kesaktian.

3. Tata Warna Manen Anyer (Susunan warna dari luar kedalam hijau, merah, dan putih)

Adalah lambing dari pengantin yang baru menikah.

4. Tata Warna Mayang Mekar (susunan warna bagian luar hijau dan bagian dalamnya hijau muda)

Adalah melambangkan seorang dara yang mulai mekar.

5. Tata Warna Godong Melati (susunan warna hijau dan putih)

Melambangkan kemakmuran.

6. Tata Warna Podang Nyesep Sari (susunan warna luar merah keunguan dan bagian dalam kuning)

Melambangkan kedewasaan seseorang.

7. Tata Warna Pare Anomi (susunan warna luar kuning dan bagian dalamnya hijau)

Melambangkan kemakmuran.

Nah itulah sebagian dari warna yang digunakan dikain batik Trusmi yang mempunyai makna simbolik tertentu.




0 Response to "WARNA SEBAGAI MAKNA SIMBOLIK BATIK"

Posting Komentar